Apa Tujuan Hidupmu ?⁣

“Yang benar-benar membuat kamu hidup bukanlah harapan atau tujuan hidupmu, namun apa yang kamu lakukan di hidupmu saat ini…”

berbagicahaya.com

Seorang teman bertanya, “Apa tujuan hidupmu?”⁣

“Tidak ada..” Jawab saya singkat.⁣

Setelah itu, teman saya ini pun panjang lebar kali tinggi menasehati saya tentang pentingnya tujuan hidup. Untuk menghormatinya yang bermaksud baik, saya pun hanya perlu diam dan mengangguk angguk. Membuat orang bahagia akan menciptakan karma baik bukan?⁣

Namun sebenarnya, ketika ditanya tujuan hidup, saya bingung menjawabnya. Bagi saya, hidup adalah spontanitas. Saya hanya melakukan apa yang perlu saya lakukan. Jika tidak perlu, ya saya tidak melakukannya. Namun bagi yang tidak paham, saya pasti akan mendapat cibiran dan nasehat panjang lebar karena tidak memiliki tujuan hidup.⁣

Bagi sebagian orang, hidup harus memiliki tujuan. Namun uniknya, justru tujuan itu awal dari penderitaan. Tujuan hidup ibarat anda memutar sebuah dadu. Anda hanya punya enam kemungkinan masa depan, yakni angka 1, 2, 3, 4, 5, 6. Tidak ada angka lain selain enam angka tersebut. Dengan menetapkan tujuan, anda sudah memvonis sendiri masa depan anda sesuai dengan hal hal yang terjangkau oleh pikiran anda. Padahal alam semesta penuh dengan hal hal yang ada di luar jangkauan pikiran kita yang terbatas oleh lingkungan dan habit kita sendiri. Artinya dengan menetapkan tujuan, maka anda sudah memilih masa depan anda. Apakah salah? Tidak, asal anda tidak terpenjara oleh proses menuju kesana dan terikat kepada hasil atau tujuan yang anda pilih. Namun anda juga harus rela, jika masa depan anda biasa biasa saja, karena anda telah menutup peluang terjadinya keajaiban keajaiban di luar nalar pikiran kita. Dan tidak ada jaminan, tujuan hidup yang anda pilih akan membuat anda bahagia. ⁣

Saya sendiri memilih untuk tidak menetapkan tujuan hidup, karena saya tidak ingin hidup saya diatur oleh pikiran saya sendiri. Saya justru membuka diri terhadap keajaiban keajaiban yang terjadi, yang berada di luar kebiasaan saya, nalar pemikiran saya yang sangat terbatas. ⁣



Banyak manusia menetapkan tujuan hidup dengan target berupa alasan kebahagiaan semu, walau sebenarnya kehidupan hanya terdiri dari hidup dan pendukung hidup. Apa bedanya hidup dan pendukung hidup? Segala hal di sekitar kita yang sudah ada pada tempatnya tanpa dicari, adalah pendukung hidup kita. Hidup yang sebenarnya adalah apa yang terjadi pada anda saat ini. Ketika hidup digabung dengan pendukung hidup, jadilah kehidupan yang menyatu atau tunggal.

Makanan, oksigen, dan hukum hukum semesta adalah pendukung hidup yang sebenarnya, tanpa perlu dicari. Namun pikiran manusia membuat semuanya menjadi rumit. Alasan agar bahagia pun menjadi banyak, semu, dan semuanya ilusi pikiran semata, yang memunculkan rasa suka tidak suka, atau nyaman dan tidak nyaman. Uang, jabatan, kekayaan materi seolah alasan supaya hidup menjadi bahagia. Padahal alasan kebahagiaan yang berasal dari materi, adalah ilusi yang hanya memunculkan ketakutan, dan berujung pada penderitaan. Takut tidak punya uang, takut miskin lalu anda pun menetapkan tujuan hidup supaya anda kaya. Padahal ketakutan hanya muncul akibat reaksi pikiran anda yang terlalu jauh memvonis masa depan anda. Ketika kita kembalikan bahwa untuk hidup, anda telah dibekali pendukung hidup yang sebenarnya, seperti makanan melimpah di alam raya, oksigen melimpah, dan hukum hukum alam yang menjamin keberlangsungan sistem alam semesta ini berjalan dengan baik, maka anda tidak memerlukan alasan yang semu untuk bahagia, seperti materi yang anda kira akan menjamin kebahagiaan anda. Padahal materi hanya menciptakan kesenangan yang sifatnya sementara, namun rasa syukur atas hidup dan pendukung kehidupan di sekitar kita akan memunculkan kondisi hidup yang membahagiakan. Kebahagiaan yang muncul dari dalam diri anda, sudah pasti kekal, namun kesenangan yang muncul karena faktor di luar diri anda, yakni pendukung hidup yang semu, pasti dijamin akan hilang.⁣⁣
Hidup adalah spontanitas yang anda alami, hanya saat ini saja. Anda tidak tahu kapan kematian akan menjumpai anda. Jadi bagi saya, buat apa menetapkan target atau tujuan hidup? Buat apa anda berencana bahagia di masa depan saat tujuan hidup anda tercapai? Bagaimana jika tujuan itu belum tercapai, waktu anda hidup di dunia ini sudah habis duluan? ⁣
Bagi saya, lebih baik bahagia di saat ini, tanpa tujuan apapun. Hanya melakukan apa yang perlu saya lakukan. Ketika perlu berbicara, saya akan berbicara. Ketika perlu diam saya akan diam. Ketika perlu bekerja, saya akan bekerja, ketika perlu istirahat, saya akan istirahat. Ketika perlu membantu kesulitan sesama mahluk, saya akan membantu semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan saya.⁣

Semua adalah cara saya mensyukuri semua yang sedang terjadi dan melaksanakan tugas saya sebagai bagian dari kehidupan di alam semesta. Karena dengan bahagia di saat ini, mensyukuri semua yang ada, anda sedang menikmati hidup yang indah, dan sedang mendorong terciptanya keajaiban-keajaiban dalam hidup anda selanjutnya..

Tinggalkan Balasan