Video Tutorial Belajar Meditasi Bagi Pemula Episode 2

Seperti dijelaskan di tulisan sebelumnya, https://berbagicahaya.com/belajar-meditasi-bagi-pemula-eps-1/ , meditasi merupakan aktifitas duduk diam, mengheningkan pikiran dan batin, serta fokus pada diri sendiri. Pada dasarnya, batin kita mengolah apa yang diinput oleh pikiran kita. Pikiran merupakan bagian penting spesies manusia, karena kemajuan peradaban manusia merupakan produk dari pikiran. Seharusnya, manusia bisa mengendalikan pikiran. Namun secara umum yang terjadi, manusia justru dikendalikan oleh pikiran. Pikiranlah yang membuat konsep bahasa, konsep dualitas, dan waktu.

Bahasa verbal sangat diperlukan oleh manusia untuk berkomunikasi. Pada dasarnya, bahasa merupakan simbol yang diciptakan manusia untuk mendefinisikan sesuatu dan digunakan untuk berkomunikasi satu sama lain, sehingga komunikasi bisa dilakukan dua arah dan dimengerti satu sama lain.  Contoh : sesuatu yang tumbuh, memiliki akar dan daun dinamakan pohon. Namun, selain berguna untuk berkomunikasi, justru bahasa inilah yang membuat berisik pikiran anda. Setiap saat, terdapat kata yang mendefisinikan sesuatu di pikiran anda. Hal itu membuat batin anda kemudian terpengaruh, dan menimbulkan perasaan. Perasaan ini kemudian mendorong tindakan. Namun berbeda ketika pikiran anda hening. Ketika tidak ada satupun kata atau kalimat terlintas di pikiran anda yang menganalisa sesuatu, batin kemudian hening. Ketika hening, perasaan menjadi kosong, dan tidak ada tindakan apapun yang mendorong anda untuk berbuat sesuatu. Anda bisa berlatih dengan melihat sekitar anda, seperti pohon, sawah, atau gemericik air, dengan syarat hanya melihat dengan mata, tidak ada analisa apapun…Saya yakin anda akan mudah ketika anda mempraktekkan melihat tanpa menganalisa, dengan melihat objek seperti pohon. Namun hal itu akan sangat sulit, ketika anda melihat manusia lain. Hal ini karena pikiran yang merekam memori di masa lalu, dan ketakutan di masa depan akan mulai mendominasi dengan sangat halus, dan tanpa anda sadari. Tanpa anda sadari, pikiran mulai berisik dengan segala macam pengaruh dari sakit hati, rasa iri, hingga ketakutan akan masa depan. Namun anda tetap harus mengheningkan pikiran, dan ketika rasa sakit hati, iri, hingga ketakutan datang, pandanglah saja tanpa bereaksi dan menganalisa, seperti ketika tadi anda melihat pohon atau air.

Bahasa sendiri sebagai sarana komunikasi sebenarnya memiliki banyak keterbatasan untuk mendefinisikan sesuatu. Hal ini karena bahasa merupakan produk pikiran manusia. Rata-rata, bahasa hanya mampu mendefinisikan sesuatu yang bisa ditangkap dengan panca indera manusia, Selebihnya tidak bisa. Contoh adalah Tuhan. Tidak ada bahasa yang bisa mendefinisikan Tuhan. Tidak ada kesepakatan seperti apa Tuhan. Hal ini membuat Tuhan, tidak pernah mampu didefinisikan oleh bahasa karena berada di luar jangkauan panca indera.

Hal kedua yang diciptakan pikiran adalah konsep dualitas. Apa itu dualitas?Dualitas merupakan pembeda, pembanding, atau pemisah benda atau kondisi. Contohnya adalah tinggi rendah, kanan kiri, atas bawah,  baik buruk, hingga benar dan salah. Kebanyakan konflik yang terjadi di seluruh dunia berangkat dualitas ini. Yang tinggi membully yang rendah, yang kuat menyerang yang lemah, dan menganggap hal yang satu benar sementara yang lain salah. Dualitas dan bahasa ini menimbulkan konflik, rasisme, dan penderitaan bagi setiap individu manusia. Jika anda telaah lebih lanjut, lagi-lagi dualitas adalah akibat pengaruh pikiran yang mendefinisikan sesuatu. Lagi-lagi hal ini terkait dengan bahasa yang telah kita bahas di atas. Ketika anda melewati konsep dualitas ini, anda akan menyadari bahwa semua yang ada hanyalah produk pikiran. Benar salah, tinggi rendah, baik buruk, dan sebagainya adalah relative dan tidak ada yang mutlak absolute. Artinya sebenarnya dualitas itu sendiri tidak ada, jika kita menggali hakekat yang sebenarnya.

Hal hal ketiga yang diciptakan pikiran adalah waktu. Banyak sekali manusia yang depresi dan trauma yang diakibatkan oleh kenangan buruk di masa lalu. Selain itu banyak pula manusia yang dihantui oleh ketakutan-ketakutan akan masa depan. Tidak banyak manusia yang memiliki kesadaran bahwa hidup adalah saat ini. Bahkan 1 detik sebelumnya adalah masa lalu, dan satu detik ke depan adalah masa depan yang belum terjadi. Pikiran membawa memori di masa lalu ke saat sekarang, dan membawa ketakutan akan masa depan di saat sekarang. Jika kita cermati, masa lalu tidak akan mungkin terulang kembali, dan masa depan belum terjadi. Kedua masa itu tidak nyata dan hidup dihidupkan secara fiktif oleh pikiran kita di masa sekarang. Beban kesalahan, trauma, dan kenangan buruk yang fiktif itu hidup berdampingan dengan saat sekarang, dan bahkan lebih parahnya menyatu. Begitu juga dengan ketakutan-ketakutan di masa depan contohnya takut gagal, takut miskin, dan takut akan kematian. Kedua waktu itu dihidupkan oleh pikiran kita, dan memperburuk kondisi batin kita. Batin sebenarnya netral. Tidak ada bahasa, dualitas, maupun waktu. Semua hidup di alam pikiran kita.

Banyak manusia yang terjebak dalam tipu daya pikiran kita. Secara sangat halus, pikiran mempengaruhi kita hingga kita tidak lagi sadar, mana realitas masa kini dan mana kondisi fiktif masa lalu yang terdiri dari kenangan, dan kondisi fiktif masa depan yang belum terjadi. Tipu daya ini membuat kita terpengaruh, sehingga memicu kita perasaan di batin kita, dan mendorong tubuh melakukan tindakan. Contohnya : Si A pernah memukul kita. Dua tahun kemudian, kita bertemua si A. Si A yang telah berubah menyapa kita dengan baik-baik. Namun pikiran kita menggelontorkan ingatan-ingatan saat si A memukul kita. Lalu batin merespon dan memunculkan rasa marah yang berujung dendam. Ketika marah dan dendam menguasai, ia mendorong tubuh melakukan tindakan. Kemudian bisa ditebak, akan ada pembalasan pemukulan, atau minimal respon dingin kita kepada si A akibat rasa dendam di masa lalu.

Ketakutan akan masa depan juga mempengaruhi tindakan. Contoh : Anda sangat takut jatuh miskin dan tidak bisa makan. Akibatnya rasa takut akan sesuatu yang belum terjadi ini kemudian memicu respon, anda bekerja keras mati-matian dan menghalalkan segara cara termasuk korupsi untuk menjamin agar anda tidak jatuh miskin.

Kondisi-kondisi tersebut di atas disebut sebagai ketidaksadaran. Dalam beberapa ajaran agama, pikiran ini dikonotasikan dengan mahluk bernama Iblis, setan, Lucifer, atau raksasa. Dalam tradisi Tionghoa, pikiran manusia disebutkan melompat-lompat kesana kemari. Maka lantas terdapat mahluk yang dibuat sebagai representasi pikiran, yakni monyet. Monyet ini kemudian disebut Sun Go Kong, yang diceritakan sakti mandraguna. Bahkan khayangan dan Dewa-dewa pun diobrak-abrik oleh kesaktiannya. Sama dengan kita, pikiran sangat sakti dan dominan dalam hidup kita sehingga mengobrak-abrik kehidupan kita. Lantas apakah pikiran tidak berguna?Tidak, pikiran sangat berguna. Kemajuan teknologi merupakan buah dari pikiran manusia. Yang perlu dilakukan adalah menggunakan pikiran seperlunya dan tidak berlebihan. Namun rupanya sulit sekali melakukan ini. Kita terbiasa membiarkan pikiran menguasai hidup kita. Kita tidak lagi bisa membedakan mana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Kita terbiasa melihat dunia, tidak hanya dengan panca indera kita, namun justru lebih banyak melihat dengan pikiran. Pikiran mengakibatkan batin begitu berisik dan saling bertengkar.

Meditasi adalah satu-satunya cara untuk mengembalikan kesadaran kita akan masa sekarang. Meditasi melatih kita untuk mengheningkan pikiran, sehingga kita juga bisa mengheningkan batin. Dengan batin yang hening, anda akan melihat kehidupan dengan sangat jernih. Hal itu kemudian memunculkan efek positif berupa tindakan pasif, dan bukan aktif, ketika anda berada dalam kehidupan sehari-hari. Dan ketika meditasi anda semakin maju, tingkat spiritualisme anda akan terus tumbuh hingga anda akan menjumpai apa yang disebut sebagai Sang Hyang Hening, Tuhan, Allah, atau siapapun nama-Nya. Tentunya anda harus serius, pantang menyerah, dan harus mencapai taraf tertinggi dalam meditasi, dengan apapun metode dan istilahnya yang berbeda-beda.

Bersambung di episode 3..

Tinggalkan Balasan