Belajar Meditasi Mudah Bagi Pemula 3 : Panduan Belajar Meditasi

Sebelum membaca artikel ini dan mencoba bermeditasi, saya menyarankan agar anda terlebih dahulu membaca dua artikel sebelumnya, agar anda memahami maksud-maksud yang ada dalam proses belajar meditasi yang akan dijabarkan dalam tulisan ketiga ini.

Meditasi hanyalah duduk diam

Intinya, meditasi adalah duduk diam, tidak melakukan apapun termasuk berpikir atau menganalisa (Baca : ). Meditasi membawa kita kepada keheningan yang kini menjadi suasana yang mahal bagi masyarakat perkotaan. Namun apakah meditasi harus dilakukan di tempat-tempat sepi, seperti gunung, goa, dan lain-lain?

Meditasi di alam bebas

Sebenarnya meditasi hanyalah latihan. Seperti halnya sebuah tim sepakbola, ketika akan bertanding, maka tim tersebut akan melakukan latihan intens. Namun latihan bukanlah pertandingan. Pertandinganlah yang menentukan hasil atau nasib kalah atau menang, bukan latihan. Demikianlah kehidupan kita dan meditasi. Meditasi hanya latihan semata, namun kehidupan lah pertandingan sebenarnya. Percuma anda hanya menikmati duduk diam bermeditasi di tempat sunyi, jika keheningan pikiran dan perilaku baik tidak diterapkan dalam kehidupan anda sehari-hari. Jadi, jika anda pemula yang sedang belajar meditasi, anda tidak perlu pergi ke gunung atau tempat-tempat sepi untuk bermeditasi. Apalagi jika rumah anda berada di tengah kota besar seperti Jakarta atau Surabaya. Anda cukup mencari tempat yang tenang di rumah anda, atau sesuaikan waktu meditasi dengan suasana tenang di sekitar rumah anda, misalnya malam hari. Apalagi bagi anda yang memiliki putra putri yang masih kecil, maka sesuaikan waktunya dengan jam putra putri anda tidur.

Meditasi bisa dilakukan dimana saja

Namun ternyata banyak juga yang mengaku kepada saya, tidak mendapatkan tempat atau waktu yang tenang di sekitar rumahnya. Maka jangan khawatir, anda bisa melakukan meditasi di tempat manapun dan dalam suasana apapun. Jika kita kembali pada fungsi meditasi sebagai latihan dan hidup adalah pertandingan sesungguhnya, Pada hakekatnya seorang meditator yang benar harus bisa melakukan meditasi dimanapun dan kapanpun. Mengapa? karena bermeditasi yang sebenarnya tidak harus pilih-pilih tempat dan waktu. Kapanpun dan dimanapun, serta bagaimanapun suasananya, anda haruslah bisa tetap bermeditasi. Bukankan dalam menghadapi kehidupan kita juga tidak bisa memilih?Hidup yang meditatif berarti anda harus tetap bisa mengheningkan pikiran dan tindakan, dalam situasi apapun di dalam kehidupan.

Seorang Bikkhu melakukan meditasi

Hal-hal yang perlu diketahui sebelum mulai meditasi

Sebelum memulai meditasi, anda perlu perhatikan hal-hal di bawah ini :

  1. Tidak ada pemilah-milahan dalam hidup atau dualitas kehidupan. Tidak ada tinggi rendah, baik buruk, bahagia sengsara, dan lain-lain. Semua yang ada relatif dan hanya ada di pikiran kita.
  2. Anda harus benar-benar menyadari, bahwa hidup anda hanyalah saat ini. Hidup anda bukan pada memori masa lalu yang sudah selesai, dan ketakutan pada masa depan yang belum terjadi. Sadarilah jika hidup hanya saat ini.
  3. Dalam meditasi, anda dituntut untuk melupakan bahasa. Anda justru dituntut untuk merasakan apa yang diwakili oleh bahasa tersebut. Kata marah bukanlah marah yang sesungguhnya. Maka rasakan sensasi rasa marah. Demikian pula rasa dengki hanya kata-kata yang mewakili. Dengki yang sesungguhnya hanya bisa anda rasakan. Hal itu berlaku pada semua hal yang ada di dunia. Kita terbiasa dengan bahasa, namun kita justru lupa bagaimana merasakan hal sesungguhnya yang digambarkan bahasa.
  4. Terakhir adalah selidiki siapa diri anda. Diri anda bukanlah Andi yang lahir di kota A pada tanggal B bulan C dan tahun D. Andi hanya mewakili anda yang sebenarnya. Semua yang anda ketahui tentang diri anda, hanyalah memori atau rekaman jejak hidup anda mulai dari anda lahir hingga sekarang. Namun anda sendiri siapa, anda pastilah tidak tahu, karena semua yang anda ketahui itu hanya identifikasi anda atau Andi tadi. Sama dengan kata marah di poin 3 di atas. Marah sama dengan Andi, hanya berfungsi untuk mengidentifikasi. Marah hanya bisa dirasakan. Sama dengan diri anda, yang selama ini teridentifikasi oleh ciri tubuh, sifat, biografi, lingkungan, dan rekaman perjalanan hidup anda. Andi adalah identifikasi dari seorang yang berkulit sawo matang, rambut ikal, tinggi 175 cm, lahir dari orang tua bernama Sunarso dan Sunarsih, pernah sekolah di SD A, SMP B, SMA C, dan Universitas D. Andi rumahnya di kampung Z, memiliki anak S dan istri Y. Sekarang Andi bekerja di perusahaan N, dan seterusnya. Semua itu adalah identifikasi yang mewakili si Andi supaya manusia lain bisa mengenali dan membedakan antara si Andi dengan si Agus. Caranya bagaimana?

Langkah-langkah bermeditasi bagi pemula

Salah satu sikap meditasi

Setelah mengetahui empat hal di atas, kini anda bisa memulai meditasi. Perhatikan langkah-langkah berikut ini :

  1. Lakukan peregangan ringan tubuh anda seperti tangan, kaki, pinggang, dan kepala. Lakukan sekitar 3 menit atau secukupnya saja.
  2. Jangan berniat apapun termasuk berniat meditasi, apalagi berniat mencapai sesuatu hal dengan bermeditasi. Seperti air mengalir, lakukan saja meditasi tanpa niat apapun. Mengalir saja dan tidak usah direncanakan.
  3. Duduk bersila, dan tegakkan punggung anda namun usahakan rilek. Posisi duduk ini bermacam-macam dari mulai posisi lotus seperti yang dilakukan Sang Buddha, atau posisi kaki kanan atau kiri ditumpangkan ke kaki yang lain, atau posisi bersila biasa dengan saling melipat menyilangkan kedua kaki. Maksud menegakkan punggung agar aliran darah di tulang belakang anda menjadi lancar. Selain itu menegakkan punggung juga bertujuan agar anda terhindar dari rasa kantuk saat melakukan meditasi. Bagi anda yang kondisi tubuhnya tidak memungkinkan duduk bersila, anda bisa duduk di kursi. Sandarkan tubuh anda pada sandaran kursi, namun tetap usahakan dalam posisi tulang belakang tegak tapi rilek. Meditasi sendiri dapat dilakukan dengan tiga posisi, yakni meditasi duduk, meditasi berbaring, dan meditasi jalan.
  4. Sikap tangan, atau biasa disebut mudra, bebas asal posisi tangan tidak terlalu mengembang dan tidak terlalu rapat ke badan. Pilihlah posisi yang paling nyaman dan membuat anda rilek. Meditasi tidak harus duduk bersila dengan mudra atau posisi kedua tangan tertumpu di atas kedua lutut, dengan ibu jari masing-masing menyentuh telunjuk dan membentuk huruf “O”. Semua posisi bisa anda coba asal membuat anda rilek dan nyaman.
  5. Jika kondisi badan anda fit, pejamkan mata anda. Namun jika badan anda kurang fit, pejamkan 3/4 mata agar kesadarab anda terjaga dan tidak tertidur saat meditasi. Usahakan bola mata tetap dan tidak bergerak-gerak.
  6. Tarik nafas panjang melalui hidung, dan hembuskan melalui mulut. Ulangi hingga anda benar-benar rilek. Jika kondisi anda sudah rilek, anda bisa kembali bernafas normal.
  7. Fokuskan pikiran kepada diri anda sendiri. Tidak usah anda hiraukan suara-suara di sekitar anda, apalagi jika lokasi meditasi anda tidak benar-benar sunyi. Apapun suara yang anda tangkap, hiraukan. Cukup dengarkan saja, dan jangan anda coba tolak atau mengusir apapun yang anda anggap mengganggu. Inti dari meditasi adalah menerima apapun yang ada, tanpa anda pikirkan, anda analisa, atau bahkan anda masukkan dalam perasaan dan emosi anda. Anggaplah semua seperti angin, yang anda nikmati kesejukannya dan anda biarkan berlalu.
  8. Beberapa teknik meditasi mengajarkan fokus pada satu titik. Namun memfokuskan pikiran anda pada satu titik atau objek, akan membatasi pikiran anda untuk bebas. Pikiran yang dipaksa menyempit justru membuat pikiran menjadi bekerja, dan hal itu akan membuat kebebasan anda terbatas. Anda cukup fokus pada diri sendiri. Sadari dan masuklah ke dalam kepala anda, otak anda, lalu turun dan dengarkan detak jantung anda. Rasakan aliran darah mengalir melalui nadi anda, dan rasakan nafas anda. Mengapa merasakan? Sekali lagi, meditasi adalah merasakan. Nafas, detak jantung, dan aliran darah merupakan aktifitas rutin manusia yang terus terjadi, namun karena pikiran manusia yang bergerak tak beraturan kesana kemari, membuat manusia lupa atau bahkan tidak lagi merasakan aktifitas-aktifitas tersebut. Selain itu, seperti telah saya jelaskan di atas, nafas dan detak jantung adalah bahasa yang merefleksikan atau mendefinisikan kegiatan yang sebenarnya. Jika anda berkata, “aku sedang bernafas” belum tentu anda benar-benar sedang merasakan nafas anda. Anda mungkin hanya berkata melalui mulut, namun sensasi nafas yang sesungguhnya tidak anda rasakan. Sekali lagi meditasi adalah merasakan.
  9. Jangan terkejut jika kemudian, pikiran anda akan menumpahkan semua gambaran-gambaran yang berseliweran kesana kemari. Anda akan digoda untuk terlibat dalam gambaran-gambaran yang disajikan pikrian saat anda bermeditasi. Tugas anda hanya mengamati dan jangan tergoda untuk merasakan gambaran-gambaran tersebut. Apa yang disajikan pikiran melalui gambaran-gambaran di depan anda, merupakan memori anda, trauma anda, ketakutan anda, dan gambaran-gambaran itulah yang ada dalam pikiran anda selama ini. Ingat, semua gambaran itu hanya ilusi semata dan tidak nyata. Semua hanya ada di pikiran anda. Tugas anda hanya mengamati, tidak lebih!Anggap saja anda sedang menonton film yang dimainkan oleh diri anda sendiri. Ketika anda tertarik kepada godaan pikiran, maka meditasi anda akan menjadi sia-sia, dan anda akan kembali tenggelam dalam pikiran-pikiran anda, ketakutan, trauma, dan semua memori-memori yang tersimpan di otak anda. Namun ketika anda tidak tergoda untuk larut dalam gambaran-gambaran atau visualissi pikiran tersebut dan hanya mengamati saja, maka semuanya akan cepat hilang dan berlalu. Mengamati di sini merupakan latihan dari kehidupan sehari-hari yang anda jalani. Manusia tidak sadar jika setiap detik, pikiran selalu sibuk memikirkan apapun yang anda tangkap dengan panca indera. Ketika anda sedang berkendara, tubuh anda memang sedang di atas motor atau mobil, namun pikiran anda bisa jadi ada di rumah, di kantor, atau pikiran memikirkan hal-hal kecil yang anda lihat di jalan yang sebenarnya tidak perlu anda pedulikan. Ketika anda menyadari bahwa hidup hanyalah saat ini, anda akan memahami mengapa anda perlu mengheningkan pikiran setiap saat, menjadi pasif, dan cukup menjadi pengamat saja. Gunakan pikiran hanya untuk memecahkan masalah anda atau mengingat hal-hal penting yang harus anda ingat. Jangan anda melibatkan diri dalam memori pikiran yang menarik anda dari kenyataan kedalam dunia semu masa lalu atau masa depan. Tetaplah terjaga dan bangun dengan selalu sadar apa yang terjadi di saat ini. Hal ini penting karena pikiran anda menjadi segar selalu, luas, fokus, konsentrasi, dan sadar dengan detail-detail kenyataan di depan anda.
  10. Kini tiba saatnya kaki mulai pegal dan beberapa bagian tubuh menjadi sakit. Ketika hal tersebut terjadi, fokuskan perhatian anda kepada organ tubuh yang pegal atau sakit dan rasakan sakit menjadi bagian dari tubuh anda. Sakit tidak terpisah, melainkan bagian dari anda. Karena sakit juga merupakan refleksi dari rasa sakit itu sendiri. Rasakan pegal dan sakitnya. Kebanyakan meditator pemula mengalami pegal dan sakit karena belum terbiasa. Kebanyakan langsung menyerah begitu merasakan sakit atau pegal tanpa sempat merasakan penerimaan rasa pegal dan sakit yang sesungguhnya. Jika anda masih tahan dengan rasa sakit, teruskan meditasi anda sampai batas kemampuan anda menahan rasa sakit. Jika rasa sakit atau pegal tidak tertahankan lagi, akhiri meditasi anda, karena meditasi bukan dilakukan dengan cara memaksa tubuh, namun meditasi dilakukan dengan cara “penerimaan”. Apapun diterima termasuk rasa sakit dan pegal.
  11. Jika anda adalah meditator pemula, anda cukup berlatih meditasi secara rutin dengan durasi rata-rata 10 menit saja. Jika anda sudah mulai terbiasa, tambahlah durasinya menjadi lebih panjang, hingga nantinya anda bisa melaksanakan meditasi rutin selama 30 menit atau satu jam. Rutin bermeditasi lebih penting dibanding durasi meditasi. Anda lebih baik bermeditasi selama 10 menit dengan rutin minimal dua kali sehari, dibandingkan bemeditasi selama 30 menit namun anda lakukan 3 hari atau bahkan seminggu sekali.
  12. Lucunya banyak meditator pemula yang takut kesurupan saat meditasi. Kesurupan dialami oleh manusia yang pikirannya kosong, bukan hening. Pikiran kosong dan pikiran hening berbeda. Yang dimaksud pikiran kosong, sebenarnya pikirannya sedang berfikir, namun tidak pada apa yang sedang dilakukan alias melamun. Sedangkan pikiran hening adalah pikiran yang tidak bekerja dan hanya fokus pada diri sendiri serta saat ini. Fokus pada diri sendiri ini penting anda terapkan di kehidupan sehari-hari. Banyak manusia yang terlalu memikirkan orang lain atau hal-hal di sekitarnya, namun lupa fokus pada dirinya sendiri. Karakter seperti ini membuat si manusia tidak bisa introspeksi terhadap diri sendiri dan selalu memikirkan orang lain. Fokuslah pada diri anda sendiri, dan rasakan emosi anda serta aktifitas tubuh anda sendiri. Sekali lagi amati saja, dan hal ini berlaku dalam kehidupan sehari-hari di luar meditasi. Ketika di kehidupan sehari-hari anda hanya mengamati emosi anda dan memahaminya, maka emosi itupun dengan segera akan hilang seperti uap air. Ketika emosi hilang begitu saja, pikiran dan tubuh anda otomatis menjadi hening. Keheningan tersebut akan membuat tindakan anda menjadi pasif dan tidak responsit, dalam artian positif. Apapaun tidak akan membuat anda jengkel, marah, kecewa, iri, dengki sehingga membuat hormon-hormon dalam tubuh anda, aliran darah, dan detak jantung menjadi normal alami. Kenormalan kinerja tubuh dan pikiran inilah yang pelan-pelan membuat tubuh anda menjadi sehat. Penyakit hanya datang saat organ tubuh anda bekerja abnormal akibat emosi-emosi negatif yang anda produksi, hasil dari kinerja analisa pikiran yang bercampur dengan sifat-sifat dasar seorang manusia.

Untuk pertanyaan seputar meditasi bagi pemula, silakan tulis di kolim komentar di bawah ini. Selamat mencoba bermeditasi..

Tinggalkan Balasan