Belajar Meditasi Mudah Bagi Pemula 2 : Sistem Pola Kerja Pikiran dan Tindakan Anda

Seperti diuraikan di tulisan pertama, meditasi bukanlah milik satu agama tertentu. Meditasi dengan beragam nama dan cara, memiliki 3 tujuan utama :

  1. Sekadar ingin santai, tenang, dan mengistirahatkan pikiran.
  2. Untuk pengobatan penyakit, terutama penyakit yang berhubungan dengan psikologis.
  3. . Pembelajaran spiritual atau ketuhanan, dan mencari esensi kehidupan.

Dalam melakukan tindakan, tubuh manusia memiliki 3 proses utama yang dapat anda rasakan, yakni :

  1. Input dari panca indera kita, berupa input visual dari mata, input suara dari telinga, penciuman dari hidung, input rasa dari sentuhan kulit kaki dan tangan, serta input rasa dari indra pengecap atau lidah.
  2. Input-input tersebut kemudian masuk ke otak kita dan diolah oleh otak kita. Pengolahan tersebut akan menyertakan konsep dualitas (baca di tulisan 1), dan melibatkan memori. Hasil dari kesimpulan tersebut adalah berupa analisa untuk melakukan tindakan antisipasi yang diperlukan.
  3. Analisa tersebut akan memicu atau merangsang sifat dasar kita masing-masing yang terbawa oleh gen keturunan untuk merespon.(The Selfish Gene, karya Richard Dawkins). Di sinilah kemudian apa yang dinamakan batin manusia bekerja. Di sinilah sifat dasar akan berpengaruh seperti pemarah, tenang, sombong, menerima apapun yang ada, agresif, dan lain-lain. Input, lalu hasil pengolahan pikiran, dan rangsangan dari sifat dasar manusia kemudian dikembalikan ke otak untuk merangsang sistem motorik agar badan atau tubuh melakukan tindakan.

Tindakan inilah yang nantinya kita lakukan guna merespon apa yang didapat panca indera tadi. Jadi, selalu ada jeda waktu antara input panca indera dan respon gerakan kita. Pada jeda waktu inilah, otak membuat analisa-analisa guna menentukan gerakan apa. Jika analisa tersebut kemudian terpengaruh sifat dasar manusia, maka tindakannya pun akan mencerminkan sifat dasar dari si manusia tersebut. Ketika respon perilaku diberikan manusia atas peristiwa yang ditangkap panca indera, secara alamiah pola kerja tubuh juga akan terpengaruh oleh respon perilaku kita atas peristiwa. Bila respon kita positif, contohnya bahagia, tubuh pun akan merespon secara biologis dengan positif. Sebaliknya jika respon kita negatif, contohnya marah, tubuh juga akan merespon secara negatif. Respon tubuh ini nantinya akan berhubungan dengan kesehatan anda. Itulah mengapa, rata-rata respon negatif lama kelamaan akan menimbulkan penyakit, sedangkan respon positf akan mengakibatnya kesehatan tubuh juga baik. Sederhananya begini, potensi seorang pemarah untuk sakit stroke atau hipertensi pasti jauh lebih besar dari seorang yang sabar dan selalu bahagia.

Peran Meditasi

Meditasi sendiri inti sebenarnya adalah aktifitas duduk, diam, dan menghentikan pikiran. Lalu apa hubungannya dengan uraian di atas? Coba anda perhatikan uraian di atas. Indera manusia adalah modal yang diberikan Tuhan untuk kita menjalani hidup. Bayangkan kesulitan yang dialami saudara-saudara kita yang difabel. Lalu sifat bawaan keturunan adalah sebuah bawaan biologis yang tidak bisa kita tolak. Satu-satunya hal yang selama ini tidak efektif sebenarnya adalah pikiran.

Peta fungsi otak manusia

Apakah anda pernah menyadari, jika pikiran anda menyuruh anda untuk memikirkan apapun. Apapun yang terjadi di hadapan anda, pikiran anda menyuruh anda untuk berpikir! Namun jika ditelaah lebih lanjut, sebenarnya pikiran dan anda adalah satu kesatuan, bukan dua hal yang terpisah. Jadi sebenarnya bukan pikiran yang menyuruh anda berpikir, namun andalah yang tidak bisa mengendalikan pikiran anda sendiri.

Berpikir berarti menganalisa, maka jika pikiran berpikir, ia akan menganalisa sesuai tugasnya. Namun perlukah semua anda pikirkan? Apapun yang terlihat di hadapan anda, penting atau tidak penting untuk anda, pengaruh tidak pengaruh terhadap diri anda, maka anda kemudian memikirkannya? Hasilnya bisa terlihat, pikiran anda sangat lelah dan berisik, demikian pula dengan batin anda ikut-ikutan berisik. Tahukah anda jika kata-kata yang terngiang di batin anda, sebenarnya karena pikiran anda terlalu berisik?

Coba sekarang kita simulasi..

Pada suatu siang yang terik di jalan raya, ketika anda sedang berkendara, tiba-tiba ada anak muda yang berangasan dalam berkendara lalu menyalip anda denganugal-ugalan. Input visual si anak muda yang ugal-ugalan itu anda tangkap dengan mata, lalu lari ke pikiran. Kemudian pikiran akan menganalisa mengapa ugal-ugalan, bagaimana jika anda tertabrak dan jatuh, gara-gara si anak muda itu anda jadi kaget, dan analisa-analisa lain. Lalu analisa itu kemudian bercampur dengan sifat ego anda, sifat tidak mau kalah anda, sifat tinggi hati anda, sehingga yang muncul adalah kata-kata penuh emosi di dalam batin anda.

“Brengsek nih anak! mau menang sendiri!”

“Brengsek! saya dilecehkan dan dianggap lemah oleh si anak!”

“Brengsek! untung saya tidak jatuh, kalau sampai jatuh saya hajar dia!”

“Brengsek! dia lebih muda tapi berani kurang ajar kepada saya yang lebih tua!”

Dan tak lama kemudian, amarah di batin anda tadi pun dikirim kepada sistem motorik tubuh untuk bertindak. Jika anda emosi, anda kemudian mengejar si anak muda, dan berkelahi atau memaki-makinya tanpa berpikir lagi.

Bagaimana jika ketika anda hampiri dengan emosi dan memaki-maki, tiba-tiba si anak muda berkata sopan kepada anda?

“Maaf pak, saya sudah membuat bapak hampir celaka..salah saya. Saya tidak minta dimaafkan, tapi saya tetap minta maaf. Saya tadi terburu-buru dan terkesan ugal-ugalan karena saya harus cepat membawa kantong darah ini ke rumah sakit. Ibu saya sedang kritis dan membutuhkan darah segera. Sekali lagi saya mohon maaf….”

Lalu anda pun bingung dengan sikap selanjutnya karena anda sudah buru-buru berburuk sangka, hanya karena analisa pikiran anda kemudian diracuni dengan sifat ego dan tinggi hati atau tidak mau kalah anda.

Siapa yang bilang jika kata batin anda adalah kejujuran?Kata-kata batin anda sebenarnya adalah hasil dari analisa pikiran yang bercampur dengan sifat dasar bawaan anda. Ketika batin anda berkata baik di tengah sifat emosi anda, maka sebenarnya anda juga punya sifat yang baik.

Lalu bagaimana supaya tindakan kita menjadi baik?

Jawabannya : belajarlah bermeditasi…

Bersambung ke tulisan selanjutnya..

Baca juga : Belajar Meditasi Bagi Pemula 1 : Apa sih Meditasi?

Tinggalkan Balasan