Hidup untuk Kehidupan

Menurutmu, kematian itu apa?Perpisahankah, akhir hidupkah, waktu pengadilankah?Satu yang pasti, bagi kebanyakan manusia, kematian itu menakutkan, mengerikan, dan identik dengan kesedihan. Itulah mengapa kebanyakan manusia menghindari pembicaraan tentang kematian. Tabu berbicara tentang kematian, lebih baik ngomongin yang seneng-seneng aja deh!

Namun bagaimana jadinya jika ternyata, kematian adalah justru sebuah pembebasan?Bebas dari sakit, dan segala macam penderitaan di dunia materi?

Oh tidak, ternyata kalian takut kepada nasib apa yang akan menimpa kalian setelah mati. Kalian takut diadili atas keserakahan kalian, ego kalian, ketidakpedulian kalian, kesombongan kalian, dan segala macam keburukan yang kalian lakukan kepada sesama mahluk dan alam semesta. Kalian takut perbuatan kalian dibalas!

Kalau begitu mengapa kalian tidak mulai hidup dengan cinta dan belas kasih kepada semua mahluk?Jangan khawatir, sifat cinta dan belas kasih sudah menjadi sifat dasar kalian kok. Ibarat permata yang tertutup sampah-sampah pikiran dan emosi kalian, cinta dan belas kasihpun kusam dan tak lagi kalian kenali. Sama halnya dengan permata yang menjadi batu kusam terkubur di dalam tumpukan sampah…Tak ada yang mengenali..

Dengan begitu, taukah kalian sedang menghina sifat cinta dan belas kasih Tuhan yang mewujud dalam diri setiap mahluk? Ketika kalian berkata bahwa kalian mahluk hina, kecil, dan lemah di hadapan Tuhan, tahukah kalian juga sedang menghina Tuhan?Percayakah kalian bahwa tubuh manusiamu adalah manifestasi keagungan dan keindahan Tuhan? Dan kalian berkata, manusia adalah mahluk lemah di hadapan Tuhan! Bukankah pikiranmu yang mengatakan kalian lemah, hina, dan kecil? Tuhan sendiri selalu meninggikan setiap mahluk ciptaan-Nya..Tidak percaya?Lihatlah sekelilingmu dengan penuh kesadaran..

Lalu kematian membuatmu hidup penuh dengan ketakutan. Kalian pun melakukan segala sesuatu dalam hidup karena alasan akan datangnya kematian. Kalianpun dengan egois menyumbang anak yatim hanya karena ego kalian agar selamat setelah kematian tiba. Bukan karena rasa cinta kalian terhadap sesama. Kalian memberi makan orang lain karena takut mati, kalian membangun rumah ibadah karena supaya amalmu tidak terputus setelah mati. Bukan karena rasa cinta dan belas kasih, agar semua mahluk mendapat jalan terang sepertimu..Yayaya…kalian hidup untuk kematian, bukan untuk kehidupan itu sendiri. Namun lucunya kalian sendiri tidak mau membicarakan kematian yang bekalnya kalian tabung mulai sekarang. Ibarat bagaimana mungkin kalian tahu seseorang, jika tidak mau mengenalinya?

Lalu ada satu orang yang berani berkata, “bagaimana cara mengenal kematian?”

Jika kamu ingin mengenal kematian, maka hiduplah untuk kehidupan itu sendiri..Bukankah sudah jelas pasti jika sejak bayi dilahirkan pun sebenarnya ia hidup untuk menanti kematian?Lalu mengapa risau mengapa takut?Kamu takut karena kamu tidak mau mengenal kematian. Kenalilah kematian dengan kehidupan. Hiduplah dengan cinta, belas kasih, dan kebijaksanaan terhadap semua mahluk dan alam semesta. Ketika itu terjadi, kamu tidak akan lagi takut dengan kematian. Kematian akan menjumpaimu dengan senyum. Karena konon kematian adalah pesta pertemuan agung nan sempurna antara Tuhan sang Maha Asih dengan seorang mahluk-Nya…

Tinggalkan Balasan