doa

DOA YANG DILANTUNKAN DALAM KESADARAN

Wow..pasti ada yang langsung komentar jika judulnya melampaui Tuhan, bisa menentukan terkabul atau tidak. Namun sekali lagi ini adalah wacana, sekadar bahan untuk berdiskusi atau renungan anda. Benar tidaknya saya sendiri tidak tahu.

“Apa gunanya kesadaran?”

Pertanyaan ini terus mengiang di kepala saya. Mengapa kita harus sadar?apa pentingnya kesadaran?apa kaitan kesadaran dengan kehidupan?. Bertahun-tahun saya mencari tahu jawabannya. Namun sampai hari ini, saya hanya mendapatkan “jawaban kira-kira” yang dikaitkan dengan kebijaksanaan kuno dan ilmu pengetahuan modern.

Apakah anda tahu dunia quantum? Ilmuwan fisika di abad ke 20 akhirnya menemukan dunia tak terbatas dan tak mengikuti hukum fisika tradisional yang dicetuskan Isaac Newton bernama dunia quantum. Dunia ini dianggap dasar dari semua keberadaan yang ada di alam semesta, sementara ini…..mengingat baru kurang dari 10 persen saja ilmu pengetahuan mengetahui rahasia alam semesta. Artinya, ilmu pengetahuan akan terus berubah. Untuk memahami dunia quantum secara sederhana, anda bayangkan saja ketika semua manusia, tumbuhan, hewan, bahkan bumi, hingga galaksi dan semua yang berbentuk materi anda hapus dan hilangkan. Apa yang tersisa?Dunia kosong tanpa materi apapun, gelap dan sunyi, tidak ada benda, suara, cahaya, jarak, dan waktu. Namun benarkah dunia itu kosong? Ternyata tidak. Ada inti atom yang dinamai proton dan neutron yang dikelilingi elektron dengan jumlah tak terbatas. Mereka disebut sebagai energi. Semua juga muncul dan hilang sesukanya. Hal inilah yang disebut kemungkinan tak terbatas. “Mereka” muncul dan hilang tergantung di mana perhatian kita tertuju. Perhatian di sini bukanlah perhatian dalam tataran otak atau pikiran, melainkan perhatian dalam hal kesadaran. Karena jika anda sudah mengenali kesadaran, anda akan mengetahui bahwa kesadaran adalah memperhatikan dengan melewati batas ruang , waktu, dan pikiran. Ketika anda memperhatikan sesuatu, maka elektron akan muncul di “tempat” anda memperhatikan. Ketika perhatian anda beralih, maka elektron itu akan hilang dan entah dimana lagi akan muncul. Kemungkinan-kemungkinan tak terbatas membuat kita tidak bisa memprediksi kecuali kita memperhatikan.

Saya ingin memberi contoh, ketika anda terjebak dalam rutinitas sehari-hari, yang rutin anda lakukan dari bangun tidur hingga ketika anda hendak tidur kembali. Rutinitas merupakan perhatian anda terhadap aktifitas anda di masa depan. Artinya anda sedang memberi perhatian pada sesuatu yang instan terjadi pada hidup anda. Hidup anda sudah anda ketahui, bahkan ketika anda belum melakukannya, dan celakanya hal ini anda lakukan secara berulang setiap hari. Dunia quantum tidak mengenal waktu, artinya terjadi spontan saat ini. Dunia yang gelap, tanpa arah, tanpa kepastian. Artinya semua kemungkinan masih bisa terjadi, tergantung dimana perhatian anda tertuju. Sesuatu akan terwujud dalam dunia fisik, ketika kesadaran kita di dunia quantum memperhatikan sesuatu.

Demikian pula manusia dan alam semesta ini ada karena ada “sebuah” kesadaran luar biasa yang memberikan perhatian sehingga kehidupan dunia ini ada. Manusia bisa menyebutnya Tuhan, Allah, Yahweh, Hyang Wenang, Buddha, atau apapun yang merujuk pada satu kesadaran tertinggi itu. Namun saya tidak berhak menceritakan kesadaran tertinggi itu karena Ia tidak bisa diceritakan oleh manusia seperti saya yang belum mencapai-Nya. Saya hanya ingin sedikit menggambarkan kesadaran manusia dalam tataran kehidupan saja.

Kembali ke dunia quantum, artinya dengan kemungkinan tak terbatas jumlahnya, perhatian dalam kesadaran menentukan jalur hidup kita. Hidup anda berubah atau tidak sesuai dengan perhatian anda. Namun sayang selama ini, hal tersebut terjadi otomatis karena anda tidak mengenali kesadaran. Hidup anda seperti program playlist audio atau video player yang dari satu lagu ke lagu yang lain sudah anda tentukan sebelumnya, sehingga otomatis diputar. Ketika anda mengenali kesadaran, anda hanya tahu hidup anda saat ini, selebihnya, masih berupa kemungkinan tak terbatas. Namun dengan perhatian dalam tataran kesadaran, akan mengarahkan kehidupan anda. Tentunya kesadaran yang dimaksud adalah kesadaran yang sudah melampaui panca indera anda, materi kepunyaan anda, keluarga anda, orang tua anda, sahabat anda, hobi anda, dan lain-lain. Kesadaran dunia quantum.

Ketika seorang manusia berdoa kepada Tuhan, rata-rata doa yang diucapkan adalah doa yang berasal dari pikiran saja, dimana doa yang berasal dari pikiran adalah doa yang tercemar ego manusia. Namun ada juga manusia yang tidak mengenali kesadaran dan berdoa, lantas doanya terkabul karena ia sebenarnya telah berdoa dalam kesadaran namun dirinya tidak mengetahui atau mengenali kesadaran tersebut. Tapi ketika anda sudah mengenali kesadaran, anda akan berdoa dengan kesadaran yang tidak tercemari oleh pikiran dan ego. Doa merupakan perhatian, sehingga doa yang berlandaskan kesadaran, akan menentukan apakah doa itu akan terwujud atau tidak.

Lalu pertanyaannya, apakah perhatian dalam kesadaran ini akan mewujudkan keinginan kita? Jawabnya keinginan yang mana dulu?Kalau keinginan yang dilandasi ego, pastilah itu hanya kinerja pikiran dan masih jauh di bawah level kesadaran. Namun jika doa itu dalam tataran kesadaran, maka besar kemungkinan anda bisa menentukan masa depan anda sendiri.

Sekarang pertanyaannya, untuk mencapai level kesadaran itu tidak mudah, dan bagaimana caranya? Saran saya satu : Belajarlah meditasi…..

Ini baru kesadaran dalam tataran menata masa depan, kita belum membicarakan hubungannya dengan kehidupan dan kematian. Jadi sampai mana kesadaranmu kamu kenali?

Tinggalkan Balasan