motivasi hidup jangan tertipu waktu

Jangan Tertipu oleh Konsep “Waktu”

Jika ada pertanyaan, “apa yang akan anda lakukan besok?”. Lalu anda pun merancang rencana dengan rapi, terkait apa yang akan anda lakukan besok. Namun anda tahu, rencana hanya perkiraan saja. Tidak ada yang bisa menjamin rencana anda, bahkan 50 persen saja akan terlaksana sesuai rencana anda.

Masa depan? Terlebih dahulu tengoklah konsep tentang waktu. Selama ini manusia dibutakan oleh waktu yang dibagi menjadi tiga, masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Namun manusia tidak menyadari bahwa konsep waktu sangat menipu kita. Apakah masa lalu ada? Masa lalu hanya memori yang terekam di otak kita. Lalu bagaimana dengan masa depan? Terlebih dahulu sadari, bukankah hidup hanya terjadi saat ini saja? Apa yang dimaksud waktu? Jam kah?penunjuk waktu?siklus matahari kah?atau siklus bulankah?

Ribuan bahkan jutaan tahun manusia memisah-misah kehidupan dengan konsep yang bernama waktu. Konsep waktu 24 jam sehari hanya untuk penanda, apa saja aktifitas anda di sebuah “titik” kehidupan. Itu saja! Sama seperti alamat rumah anda, yang menjadi penanda titik lokasi yang menjadi letak rumah anda di bumi. Namun penanda bernama waktu ini, seringkali justru menjadi bumerang bagi manusia sendiri yang menciptakannya! Banyak manusia stress karena waktu lampau atau masa lalu yang sudah tidak ada. Banyak pula manusia yang ketakutan dengan masa depan yang juga tidak ada!

Cobalah cari masa depan anda. Apakah ada? Yang ada hanyalah perkiraan, ilusi, harapan, dan keinginan. Saat semua tidak sesuai dengan perkiraan, harapan, atau keinginan anda, maka anda akan diliputi emosi kemarahan, iri, dengki, dan bahkan niat buruk untuk melakukan apa saja, agar masa depan yang anda berusaha ciptakan sesuai dengan keinginan anda. Dari yang saya pelajari, waktu tidak ada selain kehidupan yang berjalan saat ini. Masa lalu adalah ingatan atau memori, dan masa depan adalah perkiraan yang merupakan insting dasar manusia untuk bertahan hidup. Waktu tidak ada, yang ada hanya kehidupan saat ini saja. Kehidupan sendiri adalah sebab dan akibat. Artinya, waktu hanyalah sistem sebab akibat kehidupan. Kehidupan anda saat ini adalah akibat dari kehidupan masa lampau anda. Dan kehidupan masa depan anda, disebabkan oleh kehidupan anda saat ini. Sebab ini terdiri dari pilihan-pilihan yang harus anda putuskan untuk menentukan akibatnya. Jika anda ingin makan nasi, anda punya dua pilihan yakni menanam padi yang berakibat panen padi yang bisa anda makan, atau jika anda tidak ingin menanam padi maka anda harus melakukan hal lain yang akibatnya anda bisa mendapatkan beras, contohnya bekerja menghasilkan uang dimana uangnya dapat anda belikan beras untuk makan. Hanya variabel itulah yang menentukan anda supaya bisa makan nasi. Makan nasi ini belum terjadi, sehingga manusia menyebutnya masa depan. Saat anda sudah makan nasi, hasil dari anda menanam atau membeli beras, maka menanam padi atau membeli beras yang menjadi sebab anda makan nasi lantas disebut manusia sebagai masa lalu. Itu saja!

Kehidupan sebenarnya begitu sederhana. Namun faktor waktu ini menjadikan hidup begitu rumit. Padahal jika anda sadar bahwa waktu sebenarnya tidak ada, yang ada hanya sebab akibat, maka anda akan melakukan sesuatu di saat ini supaya anda nanti bisa mendapatkan akibatnya. Ketika anda melakukan sesuatu yang baik, maka anda akan menarik akibat yang baik pula. Namun jika anda melakukan sesuatu yang buruk, maka anda akan menarik sesuatu yang buruk di masa nanti.

Akibat konsep waktu, manusia kemudian melupakan kehidupan yang sebenarnya, yang terjadi hanya saat ini saja. Manusia “dibutakan” oleh apa yang disebut masa lalu, dan “digiring” ketakukan kepada apa yang disebut sebagai masa depan. Padahal masa lalu dan masa depan hanya ada di pikiran kita saja. Jika anda ingin merasakan kehidupan, yang benar-benar kehidupan, maka hiduplah di saat ini. Kehidupan begitu indah, jika kita tidak pernah mengenal konsep waktu, namun hanya sebab dan akibat. Sadar bahwa trauma di masa lalu hanyalah ingatan akan rasa bersalah anda, rasa kehilangan anda, dan ketidakmauan untuk memaafkan diri sendiri. Sadar bahwa ketakutan anda, kekhawatiran anda, kemarahan, rasa iri, dengki, hanyalah kurangnya rasa penerimaan anda, dan pemberontakan anda terhadap ketidakmauan untuk menerima sesuatu yang tidak anda inginkan.

Maka mengenali kesadaran bahwa hidup hanyalah saat ini, sangat penting untuk menentukan hidup anda di masa depan, yang merupakan akibat dari apa yang anda lakukan saat ini.

Tinggalkan Balasan