Manusia yang Tak Pernah Tidur

“Seorang pecinta, tidak pernah tidur. Ia selalu terjaga karena cinta kepada-Nya

Manusia sekarang banyak yang tertidur. Mata mereka terbuka, namun kesadaran mereka hilang. Ketika kesadaran lenyap, pikiran akan mengambil alih kesadaran seorang manusia.
Ia memang berjalan, namun pikirannya sedang berlari, dan ia memang berbicara, namun pikirannya sedang mengembara.

Banyaknya manusia yang tertidur

Seorang sahabat Katolik, pernah bertanya tentang apa sebenarnya yang dimaksud kesadaran.
Saya balik bertanya, “Ketika kamu di gereja, apakah kamu benar-benar ada di gereja?”
Ia pun termenung dan kemudian mengangguk.
“Ketika saya di gereja, saya sebenarnya sedang ada di depan pekerjaan kantor yang menumpuk”.
“Itulah kesadaran…ketika apa yang sedang kamu kerjakan, selaras dengan pikiranmu” Jawab saya singkat.

Pikiran dan raga tidak sinkron

Ketika anda telah memiliki kesadaran, saat itulah kejernihan hadir. Saat kejernihan hadir, saat itulah keheningan tumbuh. Ketika kita berada di tengah-tengah manusia lain dalam kehidupan, anda akan melihat banyak sekali manusia yang tertidur. Mereka hidup dalam dunia khayal pikirannya masing-masing. Apa yang dilakukan raganya, tidak sejalan dengan pikirannya. Ketika tidak ada sinkronisasi antara aktifitas dan pikiran, di situlah kejernihan kemudian menjadi hilang. Ibarat air keruh, anda tidak akan bisa melihat dasarnya kolam. Ketika kekeruhan melanda hidup anda, yang terjadi kemudian, anda tidak akan bisa melihat kebenaran.

Banyak manusia bertopeng religi

Lihat saja, betapa banyak orang yang beribadah di tempat ibadah itu menjadi sia-sia saja. Seorang muslim yang sholat dan dzikir, hanya akan menemukan kejenuhan karena terkungkung rutinitas ibadah. Sama denga seorang Katolik, Kristen, Hindu, Buddha, dan agama-agama lain, yang terjebak pada kebosanan rutinitas ibadah. Ketika seseorang terjebak pada rutinitas ibadah tanpa diiringi dengan cinta dan kesadaran, yang didapat kemudian hanya kebosananan dan kemalasan. Ketika kebosananan dan kemalasan datang, ia akan menemukan dirinya dalam posisi yang jauh dari kebenaran hakiki.

Manusia terjebak dalam ketidaksadaran

Ketika banyak manusia yang beribadah tanpa diiringi cinta dan kesadaran, mereka akan menjadi manusia beragama yang hanya sebatas pakaian dan simbol-simbol. Hati dan pikirannya tetap tertidur. Ketika hati dan pikiran tertidur, mereka hanyalah manusia-manusia bertopeng religi. Mereka jauh dari cahaya cinta dan kemesraan Tuhan. Mereka ibarat orang yang berjalan melawan arus di eskalator airport. Mereka memang berjalan, namun sebenarnya mereka tidak pernah maju.

Tinggalkan Balasan