Saat Tuhan Belum Menjawab Doa-Doamu

Banyak orang salah cara memahami sebuah doa, masih banyak juga yang belum paham apa bedanya doa dan dosa. Bahkan ada juga yang tidak berdoa tapi berdosa, ada juga yang berdoa dengan penuh dosa. Macam-macam saja manusia model sekarang.

Berdoalah menggunakan dosa, jangan berdoa sambil berdosa itulah hal ihkwal yang sampai sekarang dianggap tabu oleh sebagian masyarakat dimanapun bahwa dosa adalah dosa, doa adalah doa.

Keprihatinan manusia sudah berubah menjadi sifat destruktif dan anarkis, mencabik-cabik tatanan sosial jiwa manusia. Ketidakpahaman manusia dijadikan komoditas unggulan nomer wahid dalam hal mengolok-olok sesama manusia.

Apa itu dosa? Dan apa itu kaitannya dengan doa manusia? Kenapa Tuhan sampai sekarang belum mengabulkan doa-doa manusia, justru yang “dikabulkan” ialah dosa-dosa manusia. Tuhan tidak lupa, Tuhan tidak akan ingkar janji, tetapi Tuhan sedang mengajak kita untuk bermain dan berdiskusi.

Tuhan hadir dalam relung sesaat yang diubah menjadi uang sesat oleh manusia. Tuhan mewakili diri-Nya di Dunia sebagai simbolisasi bahwa Dia tahu manusia tidak mampu, hanya saja Tuhan tidak terang-terangan menunjukkan wujud-Nya, manusia bisa pecah logika!

Sebagai manusia yang utuh secara nurani dan naluri, manusia diajak oleh alam untuk berjalan jauh tapi jalannya itu tidak terlihat, hanya terbaca, dan pada akhirnya manusia sesat sebab kita secara tidak sadar dan tidak tahu dasar mengucapkan ihdinasirotolmustakim (tunjukkan kami jalan yang lurus!)

Pengkategorian manusia, pengkotak-kotakan manusia sudah menjamur, bahkan manusia sering berbuat dzalim terhadap dirinya sendiri dengan membiarkan kebodohan menjalar dan bersahabat setiap malamnya. Begitu bangun tidur, manusia lupa bersyukur, padahal untuk membangunkan tubuh kita, Tuhan memberikan energi yang dahsyat hanya saja kita, mata batin dan spiritualitas kita tidak bisa menembusnya.

Tidak menjadikan permasalahan sebuah masalah saja sudah syukur, Tuhan itu penyayang umat-Nya, Dia tidak mungkin tidak mengabulkan doa-doa manusia. Dulu aku sering berpikir, betapa senangnya ketika Tuhan mengabulkan doa-doaku. Aku merasa Tuhan sayang banget sama aku Tapi, belakangan ini aku renungkan, kalau pengamen suaranya tidak enak, buru-buru aku kasih duit supaya cepat pergi, tapi kalau pengamen yang merdu suaranya akan aku tunggu sampai selesai lagunya.


Penulis : Fajar Dwi Putra                                                           
Penulis novel “Mawar Hitam” Dosen Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta
Website : http://www.fajardwipa.com
Instagram : @jokadesanta
E-mail : jokadesanta@yahoo.com

Tinggalkan Balasan