Terjebak Konsep Waktu?

Ketika bicara masalah waktu, manusia terjebak pada konsep waktu paralel, yakni masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Jika kita menengok penelitian sains, maka sebenarnya waktu hanyalah ruang yang terjadi spontan. Masa lalu adalah kumpulan proses kejadian yang menyebabkan masa sekarang terjadi. Dan masa sekarang adalah kumpulan proses yang mengakibatkan masa depan terjadi.

Bayangkan jika anda berada di dalam sebuah ruangan gelap tanpa cahaya. Pada saat itu waktu menjadi berhenti. Yang bergerak hanyalah pikiran anda yang meraba raba ini siang atau malam, atau ini jam berapa?Manusia terjebak pada penanda waktu, hingga hidupnya seperti dikejar kejar oleh ketakutan. Penderitaan dimulai dari ketakutan. Padahal penanda waktu hanyalah ciptaan manusia. Siang dan malam hanyalah masalah ada tidaknya sinar matahari. Cobalah sekali kali mengunci diri di kamar gelap saat hari libur yang membuat anda santai. Rasakan, apakah waktu memang ada? Ketika anda duduk diam di sebuah ruangan gelap dalam keadaan santai, anda akan merasakan damai ketika anda tidak lagi dikejar kejar waktu.Dalam tradisi Jawa, waktu disimbolkan dengan Batara Kala, satu mahluk raksasa menyeramkan yang memakan apa saja. Di beberapa candi, sosok Batara Kala ini selalu ada di gerbang masuk sebelum menuju ke candi. Artinya? Tanggalkan konsep waktu anda sebelum beribadah menemui Tuhan.

Itulah mengapa kehidupan di seluruh alam semesta hanya terjadi spontan saat ini. Jika kita bicara penelitian mengenai dunia paralel, maka masa lalu, masa sekarang, dan masa depan terjadi bersamaan. Gugusan bintang bintang di angkasa raya yang anda lihat sekarang adalah gugusan bintang yang terjadi jutaan tahun silam. Jarak yang ditempuh cahaya (faktor yang membuat materi menjadi terlihat) yang sangat jauh membuat citra bintang jutaan tahun silam baru dapat kita lihat sekarang dengan panca indera manusia yang sangat terbatas. Namun jika anda menepiskan jarak (ruang) anda akan bisa melihat bintang yang sesungguhnya di waktu sekarang. Ibarat sebuah kertas dilipat lalu anda coblos salah satu bidangnya dengan pensil, maka lubang di lipatan kertas itu akan jadi satu. Namun ketika lipatan kertas itu kita buka, maka lubang di lipatan itu akan menjauh. Sebuah film karya sutradara Inggris Christopher Nolan yang berjudul “Interstelar” dengan sangat indah menggambarkan konsep dunia paralel dimana masa lalu, masa sekarang, dan masa depan terjadi bersamaan sesuai dengan penelitian sain dunia paralel.

Tidak usah pusing pusing dengan peneltian sains yang rumit. Cukup sadari saja aktifitas saat ini yang sedang anda lakukan. Masa lalu hanya tersimpan di memori otak anda, sementara masa depan akan tercipta tergantung dari apa yang anda lakukan sekarang. Jangan terjebak oleh konsep waktu yang membuat anda dikejar kejar oleh ketakutan yang diciptakan oleh pikiran anda sendiri. Cobalah meluangkan waktu sejenak untuk berhenti beraktifitas, memejamkan mata, dan menyadari aktifitas anda saat ini.

Sebuah pepatah kuno mengatakan “alam semesta tidak terburu buru, namun ia selalu sampai pada tempatnya”. Artinya terburu buru atau tidak, masa depan anda akan tetap ada. Namun seperti apa masa depan itu, tergantung dari apa yang anda lakukan saat ini. Jika saat ini anda penuh ketakutan, masa depan anda dijamin sangat tidak menyenangkan. Namun jika saat ini anda bahagia mensyukuri hidup anda sekarang, apapun yang anda terima dan miliki, masa depan anda sudah dijamin membahagiakan. Bukankan itu yang kita cari?

Tinggalkan Balasan